Sunday, January 10, 2010

~pergi~

Sayu terpisah
Hikayat indah kini hanya tinggal sejarah
Berhembus angin rindu
Begitu nyamannya terhidu wangian kasihmu

Hujan lebat mencurah kini
Bagaikan tiada henti
Kaulah laguku kau irama terindah
Tak lagi kudengari

Kau pergi..pergi..
Sepi tanpa kata

Terdiam dan kaku tak daya kau kulupa
Apa pun kata mereka
Biarkan kenangan berbunga di ranting usia

nota kecil: ini adalah lirik lagu yg mana sgt2 menarik perhatian sy..lirik dn mksd yg tersirat dlm penyampaian amat terkesan di hati sy..segalnya adalah sesuatu bg saya..hanya luahan pena ini yg dpt menggambrkan 'sesuatu'nya itu..



Saturday, January 9, 2010

~dahulu~

Assalamualaikum wbt..
nurhayaton hazai..
Aku tersesat dalam kelalaian,
sedangkan kematian menuju kearahku
kian lama kian dekat
jika aku tidak mati hari ini
suatu hari kelak aku akan pasti mati
aku manjakan tubuhku dengan pakaian-pakaian halus dan mewah
padahal tubuhku akan membusuk dan hancur dalam kubur
aku bayangkan tubuhku beransur-ansur akan hilang
hingga tinggallah tulang tanpa kulit dan daging
aku melihat umurku kian habis
namun keinginan-keinginanku belum juga terpuaskan
perjalanan panjang terbentang di hadapanku
sedangkan aku tidak memiliki bekal menempuh jalan itu
aku menderhakai Tuhanku dengan melanggar perintahNya
dengan terang-terangan
padahal ia mengawasiku setiap saat
wahai,aku yang berdosa secara rahsia
tidak pernah orang lain mengetahui dosa-dosaku yang mengerikan
tetapi esok,rahsia dosa-dosaku akan ditampakkan
dan diperlihatkan pada Tuhanku
aku berdosa kepadaNya
walau hati merasa takut
aku sangat mempercayai ampunanNya yang tak terbatas
siapa lagi selain Dia,yang akan mengampuni dosa-dosaku
sungguh,segala puji hanya bagiNya
seandainya tidak ada azab setelah kematian
tiada janji akan syurga
tiada ancaman akan neraka
kematian dan kebusukkan cukup lah sebagai peringatan
agar kita menjahui kesia-siaan
namun akal kita bebal
kita tidak mengambil peringatan apapun sekarang
tiada harapan bagi kita lagi
kecuali yang maha pegampun megampuni dosa-dosa kita
aku telah menghianati perjanjianku dengan tuhanku
yang telah dibut dialam keabadian
Tuhanku,bagaimana nasibku kelah ketika api membakar tubuhku
api yang melelehkan batu yang paling keras
aku akan sendiri ketika dibangkitkan dari kubur
wahai engkau yang maha ESA
yang tiada sekutu terhadap keagunganMu
belas kasihanilah aku dalam kesendirianku
ketika aku ditinggalkan oleh segalanya.

nota kecil: syukran akhi muhlis atas puisinya ini...moga2 dirimu istiqamah..dn sentiasa dalam redhanya...

Friday, January 1, 2010

~hanya untuk mu,~~


bulan bintang
cahaya mu menyinar lagi
dinihari berganti zaman
malamkan hiba..
siulan irama..
aku menjadi saksinya..
jendela bumi di hujung dunia
akan ku teruskan nyawaku untuk mu
kan ku junjungkn namamu ke pintu syurga
kan ku pejam kan mataku buat selamanya
diri mu menyinari bagaikan sanag helang tiba
akan ku teruskan langkah ku untuk mu..
kan ku kibarkan sayapku
melindungimu..
pejam kan mata..
jangan kau lihat hariku..
hadirmu juga bagaikan janji
akan ku ku teruskan nyawaku untuk mu...


Thursday, December 31, 2009

~hati ...(-_-)''

bayang itu menyentuh jiwa..
kerana semua cerita itu telah pergi..
hanya tinggal di relung hati..
semua yg berlalu akan teringat lagi..
akan terkenang lagi..
ku ingin kembali..
musim ke musim berlalu
aku masih di sini
aku masih berdiri..
demi daerah yg sempit ini..
walau di asak..
tekad ku pasak
jerih ku perah..


~hanya satu ^^

Hanya satu pintaku

tuk memandang langit biru

dalam dekap seorng ibu..

Hanya satu pinta ku

tuk bercanda dan tertawa

di pangkuan seorang ayah

apabila ini hanya sebuah mimpi

ku selalu berharap dan tak pernah terbangun

Hanya satu pintaku

tuk memandang langit langit biru

di pangkuan ayah dan ibu

~aku yang sepatutnya malu menulis surat cinta kepadaMU~

Aku sepatutnya malu menulis surat cinta kepada-Mu
kerana ia tidak mungkin jadi sempurna
dan setelah terlalu banyak mengingkari-Mu
Kau mungkin tidak sedia menerima.
Mengapa harus aku tiba pada-Mu
bagai seekor kupu-kupu yang meninggalkan rimbanya
keragaman rahsia yang mentaati kata-kata
"tidak kuberi ilmumelainkan sedikit sahaja"
aku jadi marah pada ketetapan itu
dan meluru menuju lampu
tapi hanya terhumban pada kaca
lalu jatuh ke kaki-Mu
apakah kau sedia memaafkan carik-carik di kepakku?
Atau apakah kau sengaja
memilih pertemuan begini untuk aku jadi lebih terpegun
pada kesempurnaan jari-jari-Mu?
Mengapa aku harus tiba pada-Mu
bagai sungai yang menemui muaranya
dalam murung rasa tua
setelah terlalu banyak meronta mahu melepaskan diri
dari sekatan tebingnya
tapi hanya menambahkan bebanan
sehingga tiba ada keluasan lautmu
apakah Kau sedia memaafkan
kekeruhan di tubuhku?
Atau apakah kau sengaja
memilih pertemuan begini untuk aku jadi lebih terpesona
pada kejernihan mataMu?
Kau terlalu banyak menyimpan keindahan
mengapakah aku tidak melihatnya dahulu
atau apakah Kau sengaja menyembunyikan
supaya aku jadi lebih kasih pada-Mu?

~ lantunan kalamullah~

Seusai pulangan itu...
Aku rebah di sisi sajadah yang usang..
Ku amati saat-saat berlalu..
Bertali arus ujian mengguris jiwa...
Dugaan tiba meresahkan atma...
Terasa peritnya luar biasa menghadapi segala suratan ini..
Tatkala ini aku bagaikan terus bersendirian lagi..
Di kamar senja aku terus bangkit beradu..
Ku cari teman mengadu di hujung rindu..
Ku tatapi lagi menghayati...
“janganlah kamu bersikap lemah
Dan jangan lah pula kamu bersedih hati
Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya..
Jika kamu orang-orang yang beriman”
[ali imran:139]
Suasana kaku ....
“dan minta lah pertolongan kepada Allah dengan jalan yang sabar
Dan mengerjakan solat..dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang kusyuk”
[Al-baqarah:45]
Helaian lain menggamit hati kecil...
sanubari terusik lagi..
di kesani belaian jiwa.....
cukup lah...
“Allah bagi ku tiada Tuhan selain daripadaNya..
Hanya kepadaNya aku bertawakal...”
[At-taubah:111]
Hati kerdil terasa aman...
Di titis embun yang mendamaikan....
“dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah
Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir”
[At-taubah:129]
Mataku berkaca-kaca...
Ku pejam ia....
Lelehan hangat air mata menyentuh pipi berdebu..
Aku puas dengan lantunan ini...
Kalamullah teman di saat segalanya sepi bersendiri..
ia pancaran hidayah menyuluh malam kelam..
ia sinaran cahaya menerangi gelap suram....
helaian itu ku tutup rapat sambil bibir mengucup..
air mata menitis di lembaran kalam ilahi...
ku berdoa penuh kusyuk meresapi
ya Allah letakkan lah dunia di tangan ku....
bukan di hatiku....
amin.....

aku dan sesuatu!

~aku dan blog~

Daisypath Anniversary tickers
 

~setangkai dahan di syurga~ © 2008. Chaotic Soul :: Converted by Randomness